Artikel
Serunya Lomba Bank Sampah dan Taman Toga di Desa Betiting, Cerme, Gresik, 39 Peserta Adu Kreasi
Menjaga lingkungan rupanya tidak harus mahal, atau mengeluarkan banyak biaya.
Sebab, menjaga lingkungan ternyata juga bisa dilakukan secara hemat, dan mengasyikkan.
Itu seperti yang terjadi di Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Gresik.
Sejumlah warga di Desa Betiting antusias mengikuti lomba untuk mengelola sampah lewat Bank Sampah, dan mempercantik lingkungan lewat lomba Tanaman Obat Keluarga (Toga).
Ketua Pokja 3 Desa Betiting yang fokus pada lingkungan serta UKM, Rini Sulistiowati mengatakan, lomba itu diadakan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan, dan menjaga lingkungan.
"Karena kalau tidak ada lomba, masyarakat tidak akan bangkit. Dengan adanya lomba, otomatis setiap RT yang ada di wilayah Betiting semuanya akan semangat. Sehingga, banyak inovasi yang selama ini tidak terpikirkan," terang Rini kepada TribunJatim.com, Mingggu (18/9/2022).
Rini melanjutkan, lomba ini merupakan lomba antar RT. Jumlah pesertanya mencapai 39 peserta.
"Pengumuman pemenang lombanya nanti minggu depan," terang Rini.
Sementara itu, satu di antara dewan juri yang juga sekaligus perwakilan dari Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Gresik, Saiful Arif mengatakan ada sejumlah kriteria penilaian.
"Penilaiannya misalnya dari kreasi, serta kepekaan masyarakat itu sendiri untuk mengolah sampah," urai Saiful.
Satu di antara RT yang menjadi peserta lomba itu adalah RT 9 RW 4 Desa Betiting, tepatnya ada di Perumahan Cerme Indah.
Direktur Bank Sampah, RT 9 RW 4 Desa Betiting, Kasmiatun mengatakan, warga yang ada di RT tersebut mengikuti dua lomba.
Yaitu bank sampah, dan taman toga.
"Untuk Bank Sampah namanya Tabebuya, serta Taman Toga Flamboyan," terang Kasmiatun.
Menurut Kasmiatun, yang menjadi unggulan dari Taman Toga Flamboyan adalah daun simbukan, luntas, dan kembang telang, serta bayam Brazil.
"Untuk inovasi dari Bank Sampah ada dua macam. Yang pertama program tahunan yang uangnya nanti untuk rekreasi. Sedangkan, untuk inovasi daur ulang ada ecobrik, dan satu minyak jelantah," ujar Kasmiatun.
Berbagai produk itu juga sudah mereka pasarkan.
"Kita jualnya via online, pembelinya ada yang dari Gresik, dan dari luar Gresik," kata Kasmiatun.
Sementara itu, Ketua RT 9 RW Desa Betiting, Nafis Suwandi mengaku dengan antusias warganya mengikuti lomba tersebut.
Sebab, warganya ternyata memiliki banyak kreasi yang bisa dihasilkan dari barang-barang bekas yang tidak terpakai.
"Ada tempat duduk dari sampah-sampah yang di sekitar kita, misalnya dari botol bekas, dan plastik," urai Nafis.
Nafis melanjutkan, selain untuk mengatasi masalah sampah, juga bisa memberdayakan masyarakat.
"Misalnya nanti untuk UKM. Pokoknya kita tampilkan terus kreasi kita, ada vas bunga dan sebagainya," tandas Nafis.
sUMBER : https://jatim.tribunnews.com/2022/09/18/serunya-lomba-bank-sampah-dan-taman-toga-di-desa-betiting-gresik-39-peserta-adu-kreasi?page=2
Kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Dini Skala Rumah Tangga, KKN Kelompok 16 - Desa Betiting, Cerme, Gresik

